The Plane almost Landing.

Photo by Pixabay on Pexels.com

WARNING! THIS BLOG IS IN ENGLISH CONTENT!

Greetings! welcome to the experiences section, it’s my first time I write in foreign language. This page is my scribbles and many more which is use in English content, because I want to learn more grammar and vocabulary. So, if you guys found some wrong sentences, let me know by give the comment. Okay? So let’s get start!

So I was in Soekarno Hatta Airport Jakarta for transit. The voyage and situation on the plane was fine, at first. Then, the announcer were announced that my plane almost arrived to Semarang and I was like “Oh thank you, I think this is the final touch,”

When the plane prepared for landing, I hear the machine were turned on. So, the plane was went up, I was like “What the heck is going on?” and my mind was like “Please don’t tell me that the plane went to another place beside Semarang!”

I looked around from back to front and my confuse was getting more cause they are really chillin and I was like “Why those people are chillin while this plane was not went to Semarang?”. I can’t help but pray and tried to calm my mind that everything will be alright. So far, the plane didn’t have any damages, just turn around for re-landing preparation and thank god, the plane was land safety. I felt grateful and confuse at the same time. I looked at the plane window and found out that the weather was raining, but not too loud. I don’t know why the pilot decided to turn around, but maybe because the bad weather that made the pilot felt doubt to land and decided to went up, turn around and re-prepare for landing. Please let me know by give me a comment. Okay?

Okay, then that’s all about my experience. I’m so sorry cause I made short blog in here. Hope you guys enjoy my story.

Last but not least, be positive person. Bye!

Pendapatku tentang Rewind Indonesia 2020

Tunggu dulu, aku tarik napas dulu… Okay, Youtube Rewind 2020, di-upload tiga hari yang lalu, tidak bergantung pada perusahaan. This is pure made by the greatest directors, Tim2One and Aulion…

Kesan pertamaku, bagus banget berasa aku lagi nonton film dan sudah pantas itu adalah kualitas film! Ada beberapa clip yang mereka ambil dari referensi film. Seperti scene Avengers End Game, The Shining, dan lainnya. Directing-nya terinspirasi dari beberapa sutradara film. Mashup musik aja enak didengar, lagu – lagunya aja ada yang dari Tik Tok, tenang, tidak semua lagu terseut dari Tik Tok, kok. Video ini berasa ingin menonton lagi dan lagi, sehingga nagih dan memanjakan mata! Eeaa!!

Nah di video itu tentu, dong menceritakan flashback yang sedang booming dan viral di sosial media. Seperti game Among Us dan Slider Io yang terkenal banget, unboxing konsol PS5 yang dirilis pada tanggal 22 November (koreksi aku kalau salah), membuat dalgona cafe, tiramisu, Odading Mang Oleh (Parah odading doang bisa viral, ini marketing yang bagus nih, cuma itu kasar ehe, jangan ditiru ya?) ups spoiler ehehe…

Gila sih, dari thumbnail aja udah bagus. Buat yang belum nonton, nonton dulu deh…

Eeer gimana ya? Jujur aku nggak bisa menjelaskan tentang video Rewind Indonesia 2020, karena semua clip di situ bagus banget, keren, masterpiece. Mereka juga menambahkan lagu nasional Indonesia, wah itu keren banget, sih. Tak lupa mereka mengakhiri dengan video flashback dan backsound yang membuatku tersenyum sendiri. Aiih… rindu banget rasanya melihat video – video lama.

Memang, peristiwa di tahun 2020 merupakan peristiwa yang sangat melelahkan. Walaupun pandemi gini, mereka benar – benar niat membuat Youtube Rewind, yang sebetulnya tertunda satu tahun yang lalu (ada sih yang membuat Youtube Rewind di beberapa daerah. Jadi, mereka yang mewakili komunitas besar).

Entah mengapa, setelah menonton video Rewind Indonesia, ingin rasanya memutar balikkan waktu untuk menjadi lebih baik. But, past is the past, waktu tidak bisa diputar balik, hanya kenang – kenangan di lembaran demi lembaran dan terus berjalan. Yang harus dilakukan adalah terus bangkit, maju, berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Youtube Rewind 2020, terima kasih telah memberikan semangat untuk menjadi lebih baik, kenangan yang tak terlupakan, keringat dan air mata dalam membuat video yang luar biasa ini. Kepada para Youtuber, sutradara dan crew di balik layar, kalian luar biasa, kualitas ini tidak main – main dan tidak settingan. Aku nggak bisa berkata apa – apa, tapi hanya mengucapkan banyak terima kasih…

Pengertian dan Rekomendasi Musik Indie di Kala Pandemi

Musik indie saat ini sangat dinikmati kalangan milenial, baik luar maupun dalam negeri. Sangking banyaknya, anak – anak zaman sekarang salah mengartikan bahwa musik indie adalah sebuah genre. Bahkan kopi, senja, kaus oblong, celana kebesaran, dan sepatu c*nv*rs aja diidentikan sebagai anak indie. Hmmm… kok bisa ya?

Pengalamanku dalam mengenal lagu indie sejak aku SMA kelas 2, itu dari salah satu video masak ASMR. Kemudian aku cari video masak ASMR lainnya, tentu dengan channel yang sama.

Di sinilah aku mengenal lagu indie dari video ini 🙂 Fokus pada backsound biar lebih tau

Lalu dengan isengnya aku mencari judul lagu melalui komentar dan akhirnya aku nemu judulnya. Yaitu When Spring is Coming. Sebetulnya nggak cuma itu aja, sih. Yang lagunya “I don’t know what it means but theres some smile upon your face” aja nemu di Youtube dan di situlah aku menemukan lagu indie dari video masak itu.

Lalu aku dengan isengnya lagi mencari lagu indie yang katanya terkenal di Indonesia. Seperti Hindia, Fortwenty, Endah n Rhesa, banyak banget dah musisi tanah air yang mulai naik daun di dunia musik indie. Kemudian aku mencari pengertian dari indie sendiri, lalu ini hasilnya!!

Pengertian Musik Indie

Secara bahasa, Indie diartikan sebagai bebas, merdeka, dan berdiri sendiri. Artinya, musik indie sendiri merupakan sebuah karya musik atau lagu yang dibuat sendiri, bebas dan tidak bergantung dengan label besar (major label).

Hampir sama seperti label besar dalam mengambil genre lagu, tapi musisi indie bebas mengambil genre apa yang mereka mau seperti folk, rock, pop, accoustic, dan lain sebagainya. Sedangkan label besar bergantung dengan perusahaan hiburan. Itu sebabnya musik indie sering dianggap sesuatu yang segar, karena dari liriknya, kontemporernya cenderung menghadirkan berbagai pesan dan seni yang ingin disampaikan oleh pendengarnya. Sedangkan label rekaman besar mayoritas bertemakan asmara dan berfokus pada pemasaran sehingga konsumen dapat diterima dengan mudah.

SEJARAH MUSIK INDIE

Well, pada tahun 1980-an, musik indie mulai diperkenalkan. Banyak band indie yang bermunculan, seperti Sonic Youth,  The Velvet Underground dan Joy Divisin. Serta The Smith (aku pernah dengar lagu dari The Smith, The Carming Man, dan yah ini udah lama banget dan aku beru kenal lagu The Charming Man) dan masih banyak lagi.

Pada tahun 90-an, musik indie mulai berkembang di Indonesia. Pas Band mulai tradisi dengan istilah underground yang mengusung musik lebih keras, keberhasilan Pas Band ini membuat banyak band bersuara keras yang memulai mengikuti jejak dengan cara indie. Beberapa kota besar seperti bandung, Malang, Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta memiliki semangat dalam bermusik secara DIY atau lakukan sendiri.

Kembali ke musik indie di luar negeri. Seiring berjalannya waktu, beberapa band beraliran indie mulai bergabung di label rekaman terkenal. Tentu menentukan popularitas mereka serta naiknya tingkat penjualan iklan mereka. Tetapi, di sisi lain, mereka tidak bisa bebas berekspresi dan non-mainstream, hal itu karena aturan yang harus mereka terapkan di label rekaman besar. Contohnya Coldplay (lagu pertama yang aku denger “Clock”, soundtrack dari film Wild).

Namun terlepas dari hal itu, musik indie sekarang ini semakin berkembang pesat. Kali ini, mereka mengkritisi situasi lewat lirik. Contohnya Efek Rumah Kaca berjudul “Cinta Melulu” isinya mengkritisi para musisi dalam menciptakan lirik – lirik lagu bertemakan cinta. Yah, walaupun ada lagu indie yang bertemakan cinta, fufufu.

REKOMENDASI LAGU INDIE VERSI AKU

Banyak banget sih lagu – lagu indie yang sering aku dengar, but mostly from western, karena menurutku lebih bagus dari luar negeri dan aku mengenal lagu indie dari luar negeri sejak aku di bangku SMA. Jadinya, aku lebih suka dari luar negeri, lagu Indie dari Indonesia bagus juga, kok. Nih aku kasih rekomendasi versi aku!

  1. Harrison Storm – Run

Yakin, dari suara gitar aja udah berasa tenang banget. Ini versi acoustic ya. Kalo versi officialnya ada, kok. Cuma kalau musik yang lebih tenang menurutku yang versi acoustic. Jujur, menurutku ini lagu udah cukup nagih di telinga. FYI, yang menyanyi dan membuat lagu itu dari Australia, lho! Cocok tuh buat yang lagi galau atau sedang putus cinta fufufu.

2. Harrison Storm – Be Slow

Dari judulnya aja udah nyuruh kita untuk slow down or be slow dalam menghadapi kehidupan, apalagi di masa pandemi gini #eeaa. Menurutku ini bagus, sih, karena aku suka banget yang versi acoustic. Nah buat yang suka rebahan atau lagi nyantai di kamar sambil membayangkan memandang jalan dan kota malam di dalam mobil. Mungkin ini sangat disarankan untuk didengarkan, ehe.

3. Always Never – Need Somebody

Nah, ini lagu cocok banget kalo lagi hujan atau berjalan di jalanan yang sepi. Jujur, ini lagu galau banget di telinga dan termenung kalau lagi sendirian. Well, dari liriknya saja udah cukup jelas bahwa semua orang butuh banget pertolongan atau seseorang yang pengen dikasih semangat, nggak ada yang nggak butuh bantuan dari orang lain.

Udahan ah, lagunya kok sedih – sedih semua! Next!

4. Sebastian Forslund – Wonders feat Tommy Ljungberg

Nah, ini nih yang biasanya beberapa Youtuber menaruh backsound di video mereka! Dan ini yang pernah aku cariin saat aku sedang iseng nonton video masak ehe! Enak banget didenger. Suara gitar yang sangat menenangkan dan suara vokalis yang merdu banget.

5. Plàsi – Vienna

Nah, lagu ini cocok banget didengarkan di kedai-kedai cafe. Aku sampai membayangkan kalau aku sedang di suatu kedai cafe disertai dengan aroma kopi di dalam kedai, tempat yang nyaman, sambil minum espresso dan makan roti, ada 3 orang yang sedang menyanyikan lagu di mini panggung disertai dengan gitar dn siulan. Sangat menenangkan…

Banyak banget sebetulnya lagu – lagu indie yang pernah banget aku dengar. Tapi, nggak semua aku share di sini ehe. Kalau suka lagu dari Indonesia ataupun luar negeri, silahkan banget nikmati lagu – lagu indie. Tapi yang terpenting, setiap orang mempunyai selera musik yang berbeda – beda dan nggak boleh memaksa lagu yang kita sukai, kecuali kalau pendengar baru menanyakan, baru memperkenalkan lagu tersebut.

sekian dan terima kasih, dan nikmati lagu yang aku rekomendasikan. Bye!!

Trollhunters : Tales of Arcadia, Peristiwa yang Tak Terduga di Kota Arcadia

Selamat Pagi, Kota Arcadia! Sebelum memulai aktivitas, kami akan memberitakan tentang ramalan cuaca, informasi harian, dan informasi yang ramai dibicarakan!

Yup, itulah prolog dari serial Trollhunters. Menceritakan seorang bocah berusia 15 tahun bernama Jim terburu-buru berangkat sekolah dengan mengayuhkan sepedanya, bersama dengan sahabatnya bernama Tobby mereka mempercepat kayuhannya. Mereka berdua memilih jalan alternatif supaya mereka tidak terlambat masuk sekolah. Jim mendahului dari sahabatnya.

Tiba tiba saja, ada bongkahan batu yang berada di bawah jembatan Arcadia. Jim dengan rasa penasarannya menghampiri bongkahan batu itu, lalu ia menemukan sebuah jimat yang disinari oleh cahaya biru. Tanda tanya pun mucul di kepala Jim. Namun, tidak ada waktu untuk bertanya – tanya karena jam menunjukan masuk sekolah. Terlebih lagi, Tobby mengingatkan Jim untuk bergegas ke sekolah. Akhirnya, Jim menyimpan jimat itu ke dalam tas dan melanjutkan perjalanan menuju sekolah. Muncul 2 sosok monster batu buas yang bersembunyi dari cahaya matahari. Mengetahui jimat itu diambil oleh Jim, mereka berusaha untuk merebut jimat itu untuk kekuasaan dan petualangan Jim Lake dengan sahabatnya dimulai.

Serial kartun ini diliris sejak tahun 2016, disutradari oleh Guillermo del Toro dan serial ini juga mengadaptasikan ke buku dengan judul yang sama. Serial ini hanya bisa ditonton di salah satu platform, yaitu Netflix. Bagi yang tidak berlangganan di Netflix, mungkin bisa ditonton di webside yang bisa stream film atau serial episode. Sebetulnya, tidak hanya cerita Tales of Aradia seperti Trollhunter. Ada juga 3 Below dan Wizard yang merupakan kisah triology dari Tales of Aradia.

Serial kartun satu ini sangat menghibur karena memiliki komedi yang terselip. Adegan blockbuster yang membuat para penonton merasa tercengang, dan drama yang berhasil membuat para penonton merasa emosional. Namun, sangat disayangkan bahwa serial ini bisa ditonton untuk usia 13 tahun ke atas.

Dari pendapat aku sendiri, ceritanya bagus, benar – benar menghibur yang membuat aku tertawa dan tersenyum dengan tingkah laku tokoh – tokoh di Trollhunters, jalan ceritanya tidak terlalu berbobot sehingga cukup mudah untuk memahami jalan ceritanya. Namun, ada beberapa bagian yang tidak boleh ditonton untuk usia 13 tahun ke bawah. Sekian review dari aku!

Apakah Kita Terlalu Naif dalam Menggunakan Sosial Media?

Di era saat ini, manusia tidak lepas dengan namanya gawai atau smartphone. Hampir seluruh generasi sudah meiliki benda canggih itu, baik anak – anak, hingga orang tua.

Di dalam smartphone terdapat platform terkenal, tidak heran hampir seluruh dunia mempunyai akun- bahkan lebih dari satu akun pun di platform sosial media, seperti Instagram, Snapchat, Tik Tok, Pinterest, Youtube, Whatsapp dan lain sebagainya. Lalu apa gunanya platform itu? Tentu saja untuk mencari tahu dan berbagi tentang informasi, berita, ilmu pengetahuan, hiburan semata, mengabadikan momen besama teman – teman dengan berbagi di sosial media. Bahkan bertujuan berwirausaha dan berbisnis di platform tertentu pun bisa dilakukan. Tentu ini adalah dampak positif dan berita bagus untuk umat manusia.

Namun, tanpa kita sadari bahwa hidup akan terasa hampa tanpa adanya sosial media. Setiap bangun pagi, menyalakan smartphone. Saat sarapan, makan siang atau malam, bermain sosial media, dan aktivitas lainnya yang terselip dengan sosial media, mereka rela tidak membantu orang tua hanya mementingkan sosial media atau sevut saja egois. Bahkan bunyi surel pun dengan spontan mengambil smartphone lalu melihatnya.

“There are only two industries that call their customers ‘users’ : illegal drugs and software.”

Edward Tufte

Sosial media bagaikan narkoba dan obat – obatan terlarang. Yang awalnya mengenal lalu mencoba, menjadi ketagihan dan tidak mau lepas dari hal itu, pada akhirnya menjadi sebuah kebiasaan tanpa kita sadari. Bahkan ditinggal sebentar saja, ada atau tidaknya bunyi surel pun, tangan akan terasa gatal hanya ingin menggeser jari ke atas, bawah, kiri atau kanan layar. Maupun menggeser ke atas untuk memperbarui atau menyegarkan pos tersebut. Mengapa demikian? karena telah membentuk perubahan psikologi orang dan perubahan kebiasaaan.

Contoh, kita sebut saja Bram, anak SMA berusia remaja yang merupakan seorang influencer muda. Saat smartphone Bram berbunyi dan di surel itu, terdapat pos baru dari artis kesukaanya, ada sebuah dorongan dan rasa penasaran dalam diri Bram. Seolah – olah smartphone membujuknya untuk membuka surel secara lembut, seperti “Hey, mau lihat nggak? ada yang baru, nih,”.Pada akhirnya, Bram meraih smartphone dan melihat pos terbarunya.

Ada contoh lagi. Nana yang sedang menggambar seni digital di laptop, tiba – tiba saja Nana melirik smartphone miliknya. Padahal, smartphone tidak memberi surel kepadanya. Jujur, aku pernah merasakan hal itu sejak aku SMP, sampai sekarang pun aku masih merasakannya. Dulu SMP dan SMA bangun pagi menyalakan smartphone entah untuk apa, tapi yang jelas untuk membuka hariku dengan hiburan, informasi berita terkini, dan lain sebagainya. Bahkan, saat makan pun diselingi dengan nonton Youtube (sekarang aku kurangi bermain smartphone atau nonton Youtube saat makan, meskipun pernah aku lakukan saat aku nonton film sambil makan T_T). Aku yakin tidak hanya aku saja yang melakukannya, orang lain pun melakukan hal yang sama.

Selain itu, mayoritas orang banyak sering sekali upload seperti pos atau story yang hanya berdurasi 15 detik di pagi hari, atau kadang di siang dan malam hari. Walaupun sebagian orang jarang upload pos atau story yang berdurasi 15 detik, kecuali hal – hal tertentu saja. Setiap orang pasti ada alasan mengapa mereka melakukan hal itu. Tapi sekali lagi, ini adalah sebuah kebiasaan yang seolah – olah dibujuk oleh platform itu. Terutama generasi Z dan milenial saat ini yang memperbolehkan dalam menggunakan smartphone. Akan tetapi, sosial media tidak bisa melindungi dan mengasuh psikologi seseorang, hanya mendesain algoritma agar bisa memberikan rekomendasi sesuatu kepada seseorang.

Apakah kita sudah memanfaatkan sosial media dengan baik? Jika kita sudah memanfaatkan dengan baik, apa yang membuat kita berlama – lama menatap di layar HP atau laptop, ataupun komputer? Eksplore kah yang membuat kita makin berlama – lama di Instagram? Youtube dengan memberikan banyak rekomendasi setiap kita tonton lalu terus terusan menelusuri video atau eksplore? Mungkin ini yang menyebabkan kita berlama – lama menatap layar perangkat keras.

sekian dari aku, selamat menjalankan aktivitas readers 🙂

Pengalamanku Dalam Menurunkan Berat Badan Tanpa Melihat Timbangan

Sebelum baca, Warning! Tiap orang, bentuk tubuh dan perkembangannya berbeda – beda. Jadi, jangan disama ratakan dengan tubuh orang lain ya? karena kita diciptakan dengan tubuh yang berbeda – beda.

Jadi, badanku memang kurus dan kecil. Lalu, badanku mulai membesar sejak aku SD sampai SMP kelas 9, itupun nggak berpikir untuk menguruskan badan. Lalu saat aku SMA, aku ingin banget sama namanya kurus, karena aku pernah dibilangin kalau aku tetap tubuhku segini, walaupun aku sudah diet. Lalu temanku bilang kalau tubuhku gedhe dhuwur (tinggi besar). Kemudian, dari budheku kalau pantatku makin membesar. Kesal dong tentunya. Jadi, aku buktiin kalau tubuhku bisa kurus tinggi dan bisa mengecilkan pantat dalam menjalankan program diet.

Waktu itu, aku pernah iseng lihat beberapa akun sosial media yang membahas tentang diet. Ada yang harus work out dengan gerakan tertentu untuk mengecilkan bagian tubuh seperti perut, paha, betis, dan lain sebagainya. Namun, usahaku sia – sia karena aku kurang rutin dalam work out. Jadi, aku putuskan untuk jalan pagi dan lari. Kalau lari awalnya memang capek banget, sih. Tapi setidaknya jalan pagi adalah pilihan alternatifku dalam berolahraga. Kadang sepedaan.

Ada juga yang mengharuskan untuk kurangi porsi makannya. Jadi, untuk porsi nasi aku kurangi jadi setengah piring atau seperempat piring (biasanya memang setengah piring, sih porsi nasinya) dan lauknya aku usahakan sayur dan mengurangi sama namanya gorengan, walaupun untuk gorengan aku tidak makan setiap hari, terus aku coba untuk makan oatmeal sebagai makan malam. Tapi tetap saja, begitu aku timbang berat badanku, bukannya berat badanku kurang justru menambah berat badan karena aku makin banyak makan. Kan sedih, dong aku.

Sampai aku tidak sadar, untuk nurunin berat badan itu jangan melihat dari timbangannya saja, tapi dari lingkar perut, lingkar paha, serta omongan dari orang lain seperti tetangga, teman, saudara, dll, atur defisit kalori, baik kalori masuk maupun kalori keluar. Serta, butuh banget sama namanya sabar dan konsisten. Itu pun aku tidak sampe kepikiran dengan hal itu.

Tahun 2020, dimana di Indonesia sudah disebarkan oleh virus corona dan menghimbau untuk di rumah, pasti dong harus makan yang bergizi dan otomatis berat badannya makin bertambah 😂. Dengan niat yang kuat, aku memutuskan untuk program diet lagi, kali ini sungguhan. Target turun berat badan pas hari ultahku.

Aku mulai program diet dari akhir Maret. Yang awalnya jalan pagi tiap weekend, konsisten jadi tiap hari dan kuselingi sama jogging (tenang, aku ngikut protokol pemerintah, kok). Biasanya aku sarapan nasi, roti, lontong sayur, atau bubur ayam, tergantung sih sarapannya apa. Nah, alternatif sarapan pertamaku onigiri rasa tuna mayo. Makan siangnya tetap makan nasi, tapi aku ganti jadi nasi merah. Sayur sup serta lauk yang tidak mengandung gorengan, kayak tempe mendoan, bakwan, dll. At least, kurangi gorengan, ganti gorengan dengan bakaran, tumisan, panggang, dan rebusan. Oh, kadang aku makan malam, sih. Snack aku ganti jadi buah – buahan.

Untuk olahraga, seperti biasa jalan pagi diselingi dengan jogging, kadang aku melakukan work out setelah aku melakukan aktivitas di luar rumah di pagi hari. Beberapa hari kemudian, ada sedikit perubahan dari lingkar perutku. Yang awalnya 85 cm which is resiko kesehatannya meningkat kalau lingkar perut untuk perempuan > 80 cm, kian menurun menjadi 82 cm. Tapi, aku belum puas dalam berdiet. Aku ubah menu sarapanku menjadi cereal dan buah. Makan siang tetap berjalan, dan kuusahakan untuk tidak membeli dari luar dan restoran. Homemade cook were save me from dangerous things. Yah, sometimes aku dibeliin makanan oleh ibuku.

Dua bulan kemudian, ponakan, kakak dari ibuku, dan nenekku menginap di rumahku dalam beberapa hari. Nenekku berkomentar ke aku saat aku beri salam.

“Kok badanmu mulai kecil? Puasa satu bulan ya?” tanya nenek, aku menggeleng kepala dan menjelaskan kalau aku sedang menjalankan diet. Olahraga terus berjalan, kali ini aku mengajak adik ponakanku untuk jalan pagi dan lari. Huhehehe sekalian ngajak olahraga, dong.

Pertengahan atau akhir Juli kalau nggak salah, aku numpang nimbang di rumah tetanggaku dan ternyata berat badanku turun. dari 64 kg jadi turun 58 kg! Woah, nggak sia – sia aku diet tanpa mengukur berat badan dengan timbangan. Sebagai kesuksesan dalam program diet, aku sarapan dengan mcmuffin, hash brown, dan kopi hitam, hanya sekali ini saja.

Bulan Agustus dan hari ultahku telah tiba. Sebagai achievement untuk diriku, aku makan sandwich dan kentang goreng di salah satu restoran yang sebelumnya aku kunjungi. Eits, berat badanku turun bukan bearti aku berhenti diet. Aku tetap olahraga, kok setiap hari. Yah, walau nggak setiap hari banget, sih. Also, diet is my new habbit.

Ada, nih. Tips menurunkan berat badan bagi readers yang ingin mulai program diet! berdasarkan pengalaman aku :

  • Niat (harus konsisten dan sabar, karena diet itu perlu waktu yang lama dalam proses menurunkan berat badan)
  • Olahraga 3-4 minggu sekali (kalau aku olahraga setiap hari, kecuali puasa sunnah. Sehari olahraga minimal 5 – 10 menit untuk pemula. Kalau mau nambah waktunya, minimal 15-30 menit per hari. Konsisten jangan lupa!)
  • Atur pola makan (disarankan porsi nasinya dikurangi, atau ganti nasi putih jadi nasi merah. Pilih makanan yang mengandung zat besi, protein, kalsium, dan vitamin)
  • Kurangi gorengan, junk food, makanan yang mengandung garam dan dessert (ganti makanan gorengan menjadi rebusan, steamer, bakaran, atau panggang. Untuk kalian yang masih suka dessert, bisa cari resep rendah kalori di mbah google ya, aku termasuk orang yang nggak terlalu suka dessert :D)
  • Jangan pernah menimbang berat badan (sadar atau nggak sadar, perasaan di hati merasa insecure, stress di pikiran dan pada akhirnya program diet tertunda. Kusarankan jangan menimbang berat badan setiap hari. Kalau mau nimbang berat badan 1-2 minggu sekali!)
  • Perbanyak gerak (ganti rebahan menjadi melakukan aktivitas gerak seperti menyapu, menyetrika, dan lain lain. Itu sudah membakar kalori para readers. Yakin, deh. Kalau udah lama olahraga, keseringan rebahan dan mager a.k.a malas gerak, badan terasa nggak enak)
  • Jangan pernah meniru diet ekstrim ala artis (Fisik perlu banget tenaga meskipun diet. Jadi, jangan ikut – ikutan diet ekstrim ala artis, yang pada akhirnya akan jatuh sakit. Nggak mau kan, fisik readers sakit gara – gara ikutan diet ekstrim? Artis aja bisa makan apa yang mereka mau.)
  • Nikmati prosesnya (jangan merasa gagal ketika readers belum ada perubahan, nikmati prosesnya dan jangan baper kalau proses dietnya ada yang meningkat pesat. Tiap orang prosesnya pasti berbeda – beda. Diet itu menyenangkan, kok. Stay positive thinking)

Kurasa, segitu dulu aja pengalaman dan tips diet dari aku. Semoga bermanfaat dan bisa dipraktikan. Kalau tips tersebut nggak sesuai readers, bisa cari tips lain di mbah google. Terima kasih sudah membaca. Beri komentar dan bagikan kepada orang – orang yang membutuhkan 🙂